Download Peraturan Resmi Futsal Internasional dan Indonesia (FIFA) Terbaru 2014 Sepak-bola-id.blogspot.com - Futsal ketika ini sudah digemari oleh semua kalangan, kolam bawah umur maupun dewasa. Futsal yaitu suatu cabang olahraga yang mempunyai aturan main intersiaonal. Peraturan main futsal standar Internasional yang benar telah diatur oleh FIFA. Namun kadangkala ada beberapa hal yang tidak diterapkan, itu tidak masalah, tergantung menyerupai apa kompetisi yang terjadi, apakah sekedar bermain atau memang benar-benar turnamen futsal. Sering didebatkan oleh beberapa pemain futsal apakah gol dikatakan sah apabila masuk gawang dari bola tendangan kedalam secara langsung? Menurut aturan FIFA (yang sanggup diunduh pada link diakhir goresan pena ini):
Pada halaman yang membahas “tendangan kedalam”, di jelaskan sebagaimana berikut “Tendangan kedalam yaitu cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak sanggup disahkan eksklusif dari tendangan kedalam.” Kaprikornus terperinci goal tidak sah bila bola eksklusif masuk ke gawang tanpa menyentuh pemain lain terlebih dahulu. Masih banyak hal-hal remeh yang sering kita abaikan ketika kita bermain futsal dengan rekan-rekan kita, menyerupai halnya selama ini banyak yang beranggapan bahwa lapangan rumput rumput sintesis merupakan lapangan futsal dengan standar internasional, yang ternyata hal ini bahkan sangat tidak dianjurkan oleh peraturan yang berasal dari FIFA. Untuk lebih lengkapnya, peraturan resmi yang berasal dari FIFA sanggup diunduh pada link berikut :
Kalau mau sekedar baca-baca eksklusif Peraturan Futsal Terkini secara lengkap sanggup dilihat di bawah ini:
PERATURAN 1
LAPANGAN
Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjangdari garis gawang:
Panjang : Minimal25 m, Maksimal 42 m
Lebar : Minimal 15 m, Maksimal 25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : Minimal 38 , maksimal 42 m
Lebar : Minimal 18 m ,Maksimal 22 m
- Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yanglebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
- Lebar garis pembatas 8 cm.
- Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
- Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibentuk dengan radius 3 m.
Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
- Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai sentra diluar dari masing-masing tiang gawang.
- Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.
- Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.
Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.
Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara eksklusif didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.
Gawang harus ditempatkan pada belahan tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).
Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung belahan bawah tanah ke palang gawang yaitu 2 m.
Kedua tiang gawang dan palang gawang mempunyai lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring sanggup dibentuk dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.
Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara kondusif selama permainan.
Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau materi buatan lainnya. Yang harus dihindari yaitu penggunaan materi dari beton atau korn blok.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
Jika garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi kawasan pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.
Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.
Tanda/titik sanggup digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini sanggup diamati apabila tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini yaitu 8 cm.
Tempat duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping kawasan bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.
PERATURAN 2
BOLA
Bola harus :
- Berbentuk bulat.
- Terbuat dari kulit atau materi lainnya.
- Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
- Berat bola pada ketika pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
- Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).
Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:
- Pertandingan tidak boleh sementara.
- Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.
Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada ketika permainan dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :
- Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.
- Bola tidak sanggup diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.
Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.
Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.
Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:
Logo resmi “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” atau Referensi “International Match Ball Standard”
Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2, daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.
Asosiasi Nasional sanggup menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2
Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional Matchball Standard”.
Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah gejala tersebut.
PERATURAN 3
JUMLAH PEMAIN
Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu diantaranya yaitu penjaga gawang.
- PROSEDUR PERGANTIAN PEMAIN
Pergantian pemain sanggup dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.
Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.
Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti sanggup masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.
Pergantian pemain sanggup dilakukan pada ketika bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:
- Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.
- Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada kawasan pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan sehabis pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
- Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
- Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana ketika itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.
Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara tepat maka:
- Permainan dihentikan.
- Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
- Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan memperlihatkan kartu kuning.
- Permainan dimulai kembali dengan melaksanakan tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
- Jika bola didalam kawasan pinalti, tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan dari garis kawasan pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.
Jika pada ketika pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau kawasan pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:
- Permainan dihentikan.
- Pemain yang melanggar diperingatkan dan memperlihatkan kartu kuning.
Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Jika bola didalam kawasan pinalti, tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan dari garis kawasan pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.
Pada permulaan permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.
Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus tidak boleh untuk seterusnya.
Ofisial tim boleh berikan kode seni administrasi kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.
PERATURAN 4
PERLENGKAPAN PEMAIN
Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau menggunakan apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk aksesori apapun.
Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:
- Seragam atau kostum.
- Celana pendek – apabila pemain menggunakan celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
- Kaos kaki.
- Pengaman kaki (shinguards).
- Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk digunakan terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari materi yang sejenisnya. Penggunaan sepatu yaitu wajib.
- Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada belahan belakang kostum.
- Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada belahan depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
- PENGAMAN KAKI (Shinguards).
- Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
- Terbuat dari materi yang cocok (karet, plastik atau materi sejenis).
- Harus memperlihatkan tingkat dukungan yang cukup.
- Penjaga gawang diperkenankan menggunakan celana panjang, di belahan luar harus di tutup dengan kaos kaki.
- Setiap penjaga gawang menggunakan warna yang gampang membedakannya dari pemain lain serta wasit.
- Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang digunakan penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada belahan belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :
- Pemain yang melaksanakan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian menyelidiki perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
- MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN
Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan memperlihatkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melaksanakan pelanggaran.
- Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
KEPUTUSAN
1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
2. Baju kaos harus pakai lengan.
PERATURAN 5
WASIT
Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang mempunyai wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari ketika ia masuk hingga dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.
- KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB WASIT
- Memegang teguh Peraturan Permainan.
- Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada ketika yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, kalau kesempatan tersebut tidak sanggup diraihnya, wasit tetap akan memperlihatkan eksekusi kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
- Mencatat hasil pertandingan sebagai materi laporan pertandingan, termasuk memperlihatkan eksekusi terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
- Bertindak sebagai pencatat waktu kalau ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
- Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
- Memberikan eksekusi terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
- Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
- Menghentikan pertandingan jika, berdasarkan pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
- Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan kalau seorang pemain, berdasarkan pendapatnya, hanya cidera ringan.
- Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berafiliasi dengan permainan yaitu final dan tidak sanggup dirubah.
Wasit dan wasit kedua hanya sanggup merubah keputusannya, kalau menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau kalau mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
Wasit dan wasit kedua, mempunyai hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi kalau terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
PERATURAN 6
WASIT KEDUA
TUGAS:
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.- Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
- Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit sanggup membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.KEPUTUSAN
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.
PERATURAN 7
PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA
Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga yaitu penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan kawasan pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang dibutuhkan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.
- PENCATAT WAKTU (The Time Keeper)
Memastikan bahwa usang waktu diubahsuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:
- Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) sehabis tendangan permulaan (kick-off).
- Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
- Memulai kembali permainan sehabis tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
- Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
- Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
- Menunjukkan final dari paruh pertama permainan dan final dari pertandingan, final dari perpanjangan waktu serta final dari time out dengan peluit atau suara sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
- Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memperlihatkan ijin untuk time-out ketika diminta oleh instruktur kedua tim (Peraturan No.8)
- Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
Wasit ketiga membantu mencatat waktu:
- Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal kalau kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
- Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
- Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
- Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang menerima peringatan dan dikeluarkan.
- Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.
Dalam insiden campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.
Dalam hal cidera, wasit ketiga sanggup mengganti wasit atau wasit kedua.
Untuk pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.
Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu (chronometer) yang digunakan harus diubahsuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang dibutuhkan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak permainan.
PERATURAN 8
LAMANYA PERTANDINGAN
PERIODE PERMAINAN
- WAKTU UNTUK TIME-OUT (waktu sela)
Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut sanggup diberlakukan untuk [/li][/list]mendapatkan Time-out:
- Para instruktur tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
- Time-out selama satu menit sanggup diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan kalau Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
- Pencatat waktu sanggup memperlihatkan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau suara sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
- Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin mendapatkan kode dari ofisial tim, cara ini hanya sanggup dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memperlihatkan kode tidak boleh memasuki lapangan.
- Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.
KEPUTUSAN DAN PENUGASAN
Jika Pencatat waktu tidak ada, instruktur minta time-out kepada wasit.
Jika peraturan kompetisi memutuskan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada final dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.
PERATURAN 9
MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN
Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melaksanakan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melaksanakan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
- TENDANGAN Permulaan (Kick-off)
Kick-off yaitu cara untuk memulai permainan:
- Pada permulaan babak pertama pertandingan.
- Setelah gol tercetak/tercipta.
- Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
- Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, kalau dilakukan.
- Gol sanggup dicetak/tercipta eksklusif dari kick-off.
PROSEDUR
- Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melaksanakan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
- Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
- Wasit memperlihatkan isyarat untuk memulai kick-off.
- Pada ketika memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
- Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya hingga bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)
- Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak eksklusif diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
- Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam kawasan pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan dari garis kawasan pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
- Untuk setiap pelanggaran mekanisme kick-off, maka kick-off
- MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola yaitu cara untuk memulai kembali pertandingan sehabis penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang tidak boleh bukan lantaran bola mati. Atau permainan tidak boleh bukan lantaran bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.
Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali kalau beliau dalam kawasan pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis kawasan pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.
Bola dijatuhkan lagi/kembali..
- Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
- Jika bola meninggalkan lapangan sehabis kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
- Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam kawasan pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam kawasan pinalti.
- Tendangan bebas tidak eksklusif diberikan kepada tim penyerang di dalam kawasan pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis kawasan pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
- Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam kawasan pinalti, harus dilakukan di atas garis kawasan pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
PERATURAN 10
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN
Bola diluar permainan, kalau :
- Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
- Permainan telah tidak boleh sementara oleh wasit.
- Bola menyentuh langit-langit.
Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
- Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
- Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.
PERATURAN 11
CARA MENCETAK GOL
Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, sanggup dikatakan gol ketika keseluruhan belahan dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.
Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan yaitu pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.
- PERATURAN DAN PERTANDINGAN
Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk memilih pemenangnya.
PERATURAN 12
KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT
Tendangan bebas eksklusif diberikan kepada tim lawan, kalau seorang pemain melaksanakan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, bergairah atau menggunakan tenaga yang hiperbola :
- Menendang atau mencoba menendang lawan.
- Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
- Menerjang lawan.
- Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
- Memukul atau mencoba memukul lawan.
- Mendorong lawan.
Tendangan bebas eksklusif juga sanggup diberikan kepada tim lawan, kalau seseorang pemain melaksanakan pelanggaran sebagai berikut :
- Memegang lawan.
- Meludah pada lawan.
- Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, bergairah atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
- Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
- Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas eksklusif dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
Tendangan pinalti diberikan, kalau seorang pemain telah melaksanakan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
- TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Tendangan bebas tidak eksklusif diberikan pada tim lawan, kalau seorang penjaga gawang telah melaksanakan salah satu pelanggaran dibawah ini :
- Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia mendapatkan kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, sehabis ia mendapatkan bola eksklusif dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak eksklusif diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, kalau berdasarkan pendapat wasit seorang pemain:
- Bermain dengan cara yang membahayakan.
- Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
- Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
- Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan tidak boleh untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak eksklusif diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam kawasan pinalti, maka tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan dari garis kawasan pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
Kartu kuning dan kartu merah hanya sanggup ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit mempunyai kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari semenjak ia masuk lapangan hingga meninggalkan lapangan sehabis isyarat peluit akhir.
- PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN
Seorang pemain diperingatkan dan memperlihatkan kartu kuning, kalau ia melaksanakan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
- Bersalah lantaran melaksanakan tindakan yang tidak sportif.
- Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau agresi yang tidak baik.
- Tetap melanggar Peraturan Permainan.
- Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada ketika memulai kembali permainan.
- Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
- Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar mekanisme pergantian pemain.
- Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam kawasan pinalti, maka tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan dari garis kawasan pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan memperlihatkan kartu kuning.
- PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan memperlihatkan kartu merah, kalau ia melaksanakan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
- Pemain bermain sangat kasar.
- Pemain melaksanakan tindakan kasar.
- Meludah pada lawan atau orang lain.
- Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam kawasan pinaltinya sendiri).
- Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan membuat gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melaksanakan tindakan pelanggaran yang sanggup dikenai eksekusi melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
- Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
- Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
Jika permainan tidak boleh untuk sementara lantaran pemain melaksanakan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melaksanakan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak eksklusif yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam kawasan pinalti, maka tendangan bebas tidak eksklusif dilakukan dari garis kawasan pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.
1. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak sanggup ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan sanggup masuk ke lapangan dua menit sehabis rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
- Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain sanggup memasukkan pemain kelimanya.
- Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
- Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain sanggup menambah hanya satu orang pemain lagi.
- Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
- Jika tim yang mencetak gol yaitu salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, kalau berdasarkan pendapat wasit, pemain sengaja melaksanakan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan memperlihatkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak eksklusif diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi menyerupai itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam perjuangan untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3. Menyerang yang sanggup membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat bergairah (must be sanctioned as serious foul play).
4. Tiap tindakan akal-akalan di dalam lapangan yaitu berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).