Wednesday, June 29, 2016

Teknik Latihan Meningkatkan Kecepatan Lari / Sprint/ Speed Sepakbola 2016

Teknik Latihan Meningkatkan Kecepatan Lari  Teknik Latihan Meningkatkan Kecepatan Lari / Sprint/ Speed Sepakbola 2016
Training Speed - Kecepatan merupakan faktor yang penting di dalam sepakbola. Seorang pemain yang mempunyai kecepatan yang baik, akan mempunyai nilai tambah yang berharga dalam permainannya. Beberapa posisi bahkan mengharuskan pemain untuk mempunyai kecepatan yang baik menyerupai bek sayap, penyerang sayap, dan striker.

Memang untuk menjadi pemain sepak bola yang handal, haruslah mempunyai kemampuan kecepatan dan ketahanan fisik yang handal disamping kemampuan skill dalam memainkan bola dan seni administrasi permainan. Kecepatan ialah suatu komponen terpenting bagi pemain sepak bola. Apalagi kalau posisinya berada di ujung tombak atau straiker yang sering mendapatkan umpan-umpan ke depan. Dia harus berpacu dengan kecepatan lari dengan pemain bertahan musuh yang akan merebut bola.

Baca Juga: Trik Rahasia Kekuatan Dribbling Bola Solo Run Lionel Messi 2016
Berbeda dengan sprinter, pemain sepakbola tidak akan berlari hingga jarak 100 meter. Jarak sprint terjauh yang dilakukan pemain sepakbola ketika pertandingan hanya berkisar antara 10-20 meter. Maka dari itu, akselerasi menjadi hal yang paling penting bagi kecepatan pemain sepakbola. Bagaimana untuk sanggup mencapai kecepatan maksimal dalam waktu singkat.
Berikut ialah beberapa cara untuk melatih kecepatan dalam sepakbola.
- Sebagai permulaan, berlatih dengan melaksanakan sprint sejauh 10-20 meter baik untuk membiasakan badan anda untuk melakkan akselerasi cepat. Jangan sekedar berfokus pada kecepatan, tapi pikirkan juga cara berlari anda. Lakukan gerakan yang efisien sehingga tidak ada tenaga yang terbuang sia-sia. Jika anda bersama rekan setim, maka buat menjadi lebih menarik dengan saling beradu cepat.
- Lakukan latihan dengan menggunakan speed ladder. Latihan ini baik untuk melatih otot kaki anda untuk sanggup mengeluarkan ledakan dalam waktu singkat serta melatih koordinasi.

- Berlari dengan memakai parasut juga merupakan cara untuk meningkatkan kecepatan lari anda. Latihan ini akan melatih otot anda dengan membuatnya bekerja melawan hambatan.

- Meski tujuan kita ialah kecepatan, jangan lupakan latihan kekuatan. 
Bagaimanapun juga kaki sanggup bergerak dengan cepat akhir kerja otot yang menggerakannya. Maka mustahil anda sanggup berlari cepat tanpa otot yang kuat. Jangan juga berfikiran bahwa hanya otot kaki yang penting untuk dilatih, berlari bukan sekedar pekerjaan otot kaki. Tetap didik seluruh otot badan anda supaya badan anda tetap seimbang. Meski tentu saja, porsi latihan yang diberikan kepada otot kaki tentu lebih banyak dibandingkan yang lainnya.
Update Terbaru 2016
Latihan-latihan yang sanggup dilakukan untuk meningkatkan kecepatan pemain sepak bola adalah:



A. Lakukan pemanasan secara dinamis sebelum pelatihan

Sebelum melaksanakan latihan, lakukan pemanasan antara 10 – 15 menit. Tujuannya ialah untuk mempersiapkan fisik dan kelenturan badan anda pada ketika melaksanakan latihan. Pemanasan sanggup mengurangi resiko cedera.

B. Gerakan inti latihan kecepatan

Bagaimanakah cara meningkatkan kecepatan gerak?

Kecepatan gerak seseorang sanggup dilatih dan ditingkatkan melalui latihan-latihan yang intensif dan terprogram.

Berikut ini bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan gerak.


  1. Lari cepat dengan jarak 40 hingga 60 meter
  2. Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (Dari  lambat dipercepat secara mendadak, kemudian melambatlagi, dipercepat lagi, dan seterusnya)
  3. Lari sprint berulang-ulang lima kali dengan jarak 10 meter
  4. Lari sprint berulangulang tiga kali dengan jarak 20 meter
  5. Lari sprint berulang-ulang dua kali dengan jarak 25 meter
  6. Lari naik turun bukit
  7. Lari menaiki tangga.



Latihan ini sanggup dilakukan seminggu tiga hingga lima kali dan menambah kecepatan sprint. Latihan sanggup dilakukan tidak atau sambil menggiring bola.

Untuk menjadi pemain sepak bola yang handal tidaklah terlepas dari kemampuan yang di sebut dengan DK5, yaitu daya tahan tubuh, kekuatan, kelentukan, kecepatan, dan kelincahan. Kelima faktor ini harus dimiliki para pemain untuk membuatkan ke posisi puncak. Dari kelima faktor tersebut yang menarik untuk dikaji  adalah faktor kecepatan dan kelincahan. Meski kecepatan dan kelincahan ini sanggup dibuat dari dalam diri (pembawaan) atau dari luar diri (karena bisa mengkombinasikan dari segala teknik yang dimiliki).

Bila  teknik dasar di atas didukung dengan kelincahan dan kecepatan, maka semakin tepat kemampuan seseorang. Sebagai contoh, kita lihat saja bintang-bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo dan Leonel Messi. Keduanya, mempunyai skill dan kecepatan di atas rata-rata, pengolahan dengan dan tanpa bolanya begitu memikat dan ditunjang dengan kelincahan dan kecepatan yang dimilikinya, meski sedang berada di depan sendirian mereka sangat sulit dilarang oleh pemain bertahan lawan.

Tak sanggup dipungkiri dalam permainan sepak bola, factor kecepatan ini menjadi problem bagi siapapun pesepakbola ketika ini. Pergerakan yang lambat menjadi kelemahan paling menonjol bagi pemain sepak bola. Untuk memperoleh kelincahan dan kecepatan dalam bermain sepakbola dengan baik diharapkan daya tahan yang baik pula. Semakin seseorang mempunyai daya tahan badan yang kuat, maka semakin gampang pula kelincahan dan kecepatan itu diperoleh. Daya tahan, kelincahan dan kecepatan bisa didapatkan dengan melaksanakan  latihan yang rutin dan terprogram.

* Diolah dari aneka macam sumber.

Sekian update gosip kali ini semoga bermanfaat dan sanggup menjadi rujukan anda semua. Salam Sepakbola.

Friday, June 17, 2016

Posisi, Tugas Dan Tipe Pesepakbola Menurut Nomor Punggung Terbaru 2016

 Peran dan Tipe Pesepakbola Berdasarkan Nomor PunggungTerbaru  Posisi, Peran dan Tipe Pesepakbola Berdasarkan Nomor Punggung Terbaru 2016

SETIAP nomor yang tertera di punggung seorang pesepakbola tidak hanya sekadar penghias atau penanda saja. Nomor punggung di dunia sepakbola mewakili tiap posisi di posisi mana si pemain bermain.

Secara tradisional, angka yang dipakai untuk nomor punggung tim inti yakni 1 hingga 11, tetapi hal itu tidak selalu menjadi pakem. Pemain inti tidak melulu harus memakai salah satu nomor dari urutan dasar tersebut.

Baca Juga: Trik Rahasia Kekuatan Dribbling Bola Solo Run Lionel Messi 2016
Dalam perkembangan sepakbola, nomor punggung dulunya sangat identik dengan posisi pemain. Dari sebelas pemain di atas lapangan hijau, kita kerap kali terbiasa menerjemahkan beberapa pemain sejumlah pembagian, menyerupai posisi, peran, maupun kemampuan mereka di atas lapangan.
"Pemain nomor 10" dalam pola yang disebut di paragraf sebelumnya kira-kira merujuk warisan pembagian nomor punggung menurut posisi dan kiprah seorang pemain di lapangan. "Pemain nomor 10" dalam pola di atas merujuk pemain yang berposisi di lini serang, biasanya berada di belakang penyerang, dan punya kemampuan yang manis dalam mendistribusikan bola dan lihai pula mengolah bola dengan kakinya.
Sebelum menguraikan lebih lanjut, perlu kami jelaskan dulu posisi kami terkait beberapa istilah yang sering dicampuradukkan: posisi, kiprah dan arketipe. Jika "posisi" merujuk daerah seorang pemain dalam deretan yang biasanya terbagi ke dalam tiga lini utama: belakang, tengah dan depan. Istilah bek, gelandang, penyerang, sayap kiri atau sayap kanan yakni istilah yang sepenuhnya merujuk "posisi".
Sementara "peran" berbeda lagi dengan "posisi". Istilah "peran" merujuk fungsi seorang pemain dalam sebuah bagan permainan. Misalnya, gelandang. Kita tahu posisi gelandang ini juga dipecah ke dalam beberapa istilah menyerupai "gelandang serang" dan "gelandang bertahan". Seorang disebut gelandang serang atau bertahan bukan sebab posisinya lebih ke belakang atau lebih ke depan, walau pun biasanya memang begitu, namun lebih kepada kiprahnya yang lebih secara umum dikuasai menyerang atau bertahan. "Penyerang" (baik tengah atau sayap) yakni posisi, tapitarget-man yakni "peran". Inilah yang kami maksudkan dengan "peran".
Sedang "arketipe", dalam rumusan kami, merujuk abjad atau watak (atau bisa juga: gaya) bermain seorang pemain. Rumusan "arketipe" ini bahwasanya agak tricky, kadang beririsan dengan rumusan "peran". Namun ada banyak istilah mutakhir dalam sepakbola tidak bisa dimasukkan dalam rumusan "posisi" atau "peran". Misalnya: poacher, fantastista, gelandang pengangkut air (water carrier midfielder). Sebab kita semua tahu, tidak semua target-man bisa disebut poacher, tidak semua gelandang bertahan bisa disebut bertipikal water carrier midfielderdan tidak semua gelandang serang atau trequartista (secara harfiah berarti: sepertiga selesai lapangan) bisa disebut fantastista. Dalam rumusan kami, poacher, fantastista hingga water carrier midfielder yakni pola dari apa yang kami maksudkan sebagai "arketipe".
Kembali kepada nomor punggung yang (sempat) identik dengan posisi seorang pemain, secara umum kita bisa melihat posisi-posisi di atas lapangan dengan beberapa nomor punggung dari satu hingga sebelas menyerupai di bawah ini:
Kebanyakan dari kita mungkin akan setuju jikalau nomor 1 selalu identik dengan penjaga gawang. Di lini belakang, bek kanan biasa identik dengan nomor 2, dan bek kiri mempunyai identitas nomor 3. Sedangkan nomor 4 dan 5 biasanya berposisi sebagai bek tengah.
Selain penyerang yang bernomor 9 dan dua winger yang biasa bernomor 7 dan 11, posisi yang paling banyak menimbulkan perdebatan yakni di tengah atau gelandang pada nomor 6 dan 8, sebab sejatinya gelandang nomor 10 biasanya ditempati pemain yang berperan sebagai gelandang serang.
Lalu, bagaimana dengan gelandang nomor 6 dan 8? Apa perbedaan spesifiknya?
Menurut banyak sumber, holding midfielder atau defensive midfielder sering disebut dengan gelandang bernomor 6, gelandang yang sering bertugas untuk bertahan. Sementara nomor 8 yakni nomor yang identik dengan gelandang juga. Namun, biasanya gelandang bernomor 8 yakni gelandang yang bisa diartikan ia bukan gelandang bertahan maupun menyerang, namun sebagian juga ada yang bisa mengemban kiprah menyerang dan bertahan dengan sama baiknya (box to box midfielder).
Jika gelandang nomor 6, 8, dan 10 bisa kita bagi lagi, maka kita akan menemukan persepsi umum menyerupai pada gambar di bawah ini;
Istilah-istilah deep-lying midielder, regista, atau bahkan false nine yang sempat terkenal dalam beberapa tahun terakhir dan sering kali ditemukan pada game sepakbola menyerupai Football Manager menciptakan kami mencoba untuk memetakan posisi pemain tersebut menyerupai apa yang ada dalam grafis di atas.
Posisi yang awalnya identik dengan nomor punggung 6, 8, 10 bahkan nomor 9 sekalipun, kini bisa diturunkan bahkan ada gabungan-gabungan tersendiri dari beberapa posisi dasar. Sebagai contoh, jikalau kita merujuk gambar di atas, maka kita akan menumukan posisi second striker yakni turunan dari posisi playmaker no.10 yang digabungkan dengan posisi seorang penyerang no.9. Bahkan, turunan dari second striker tersebut kita mengenal istilah dari deep-lying forward, misalnya.
Atau, pada masalah yang lain (di luar posisi pada grafis di atas) kita sering mendengar istilah gres yang menyangkut-pautkan kata "false" seiring ramainya istilah false nine tersebut. Setelah itu, muncul false winger, ada juga false six dan bukan tak mungkin ada istilah false-false lainnya dalam dunia sepakbola.
Pada akhirnya, anda mungkin bisa menemukan lebih banyak jenis daripada yang akan disebutkan sebelumnya, namun secara umum grafik di atas sudah mewakili banyak sekali pembagian jenis gelandang, entah dari posisi, peran, kemampuan, maupun arketipe. Toh, lagipula, permainan sepakbola yang terus berkembang dari masa ke masa akan memaksa banyak istilah-istilah baru.
 Peran dan Tipe Pesepakbola Berdasarkan Nomor PunggungTerbaru  Posisi, Peran dan Tipe Pesepakbola Berdasarkan Nomor Punggung Terbaru 2016
Nomor-nomor Punggung Dasar di Sepakbola Berdasar Posisi Pemainnya
Jika memang diurutkan sesuai posisi di deretan 4-2-3-1, biasanya nomor punggung satu dipakai untuk penjaga gawang. Lalu nomor dua dan tiga dipakai untuk pemain yang berposisi sebagai fullback di kiri atau kanan.
Untuk bek tengah nomor yang biasa dipakai yakni empat dan lima. Lalu beranjak dari lini belakang, di lini tengah nomor enam dan delapan diberikan untuk gelandang tengah yang terdiri dari gelandang box-to-box dan gelandang bertahan.
Sementara nomor tujuh biasanya dipakai oleh seorang winger kanan. Nomor tersebut di beberapa klub juga keramat, yang terkenal yakni Manchester United. Pengguna nomor tujuh biasanya merupakan pemain yang mempunyai skill yang levelnya setingkat lebih di atas pemain lainnya. Di dunia, nomor ini banyak dipakai oleh pemain legendaris menyerupai Luis Figo, Raul, hingga Bebeto.
Jika winger kanan memakai nomor tujuh, maka winger kiri biasa memakai nomor 11. Sementara nomor punggung 10 biasa dipakai oleh seorang playmaker atau gelandang serang. Nomor ini juga banyak dipakai oleh pemain legendaris dunia seperi Diego Maradona, Zinedine Zidane, hingga Ferenc Puskas.
Lalu satu lagi yang terkenal sebagai nomor keramat yakni nomor sembilan. Nomor tersebut biasa dipakai oleh para striker murni. Beberapa juru gedor mahir di dunia yang memakai nomor punggung ini yakni Marco van Basten, Gabriel Bastituta, Ronaldo de Lima, hingga Romario.
Sumber: http://panditfootball.com/
Salam Sepakbola!!