Timnas U23, sudah kamu sanggup lawanmu di semifinal sepakbola Sea Games 2013. Kesebelasan itu berjulukan Malaysia. Bukan kali pertama Garuda jumpa Harimau. Dari catatan FIFA, ada data bahwa pertemuan kedua negara serumpun ini di level senior sudah mencapai 68 kali. Ajangnya pun bermacam. Ada Merdeka Cup, Piala Kemerdekaan, King’s Cup, President’s Cup, Merlion Cup, Piala Tiger, AFF Cup, Kualifikasi Piala Dunia/Asia/Olimpiade, Asian Games, dan – tentu saja – ajang Sea Games.
Di event Pesta Olahraga se-Asia Tenggara, sudah 14 kali Indonesia baku jumpa dengan Malaysia. Secara keseluruhan, dari 14 kali pertemuan itu, Indonesia memetik enam kali kemenangan, tujuh kali kalah, sekali imbang. Sebuah rekor yang tak begitu anggun bagi tim Garuda. Terakhir, perjumpaan dengan Malaysia terjadi pada final sepakboal Sea Games 2011 di Stadion Gelora Bung Karno. Apa daya, Garuda bertekuk di taring Harimau Malaysia melalui drama sabung penalti, 4 - 5.
Lalu, bisakah pada semifinal Sea Games 2013, Garuda Muda membungkam Harimau Muda? Tak gampang, memang. Apalagi, kemenangan terakhir Garuda Muda atas Harimau Muda terjadi 14 tahun silam. Kala itu di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, masing-masing dua gol Bambang Pamungkas dan Rochy Putiray, plus satu gol Hariyanto Prasetyo dan Ali Sunan, mempermalukan Malaysia dengan skor telak, 6 – 0.
Kini, Andik Vermansah cs kembali berjumpa Malaysia. Tentu bukan sekadar nasib yang mempertemukan kedua negara serumpun ini. Malaysia dengan digdaya menjuarai grup A, sesudah pada partai terahir mengempaskan Vietnam. Sementara, Indonesia hanya menjadi runner-up grup B.
Niscaya tak ada cara lain bagi Garuda Muda selain bermain mirip menghadapi Myanmar kemarin. Bermainlah dengan gembira. Sebab, keriangan berdampak pada semangat. Lihat saja bagaimana Ramdani Lestaluhu keletihan, sehingga harus dipapah tandu, pada menit ke-60an. Tapi, tak usang kemudian Ramdani sudah berlari lagi di lapangan hijau. Walau memang tak usang kemudian ia digantikan Andik.
Bermain riang akan menumbuhkan semangat spartan. Ya, bertandinglah laksana prajurit kota Sparta kuno di Yunani. Dalam bertempur, pasukan Sparta tak kenal menyerah. Motonyo sungguh luar biasa: pulang kembali dengan perisai, atau lebih dari itu. Maksudnya amat gamblang: jangan kembali, kecuali kamu menang.
Ingat! Cukup bermain dengan filosofi bola mengalir. Tak usah kamu tahan lama-lama. Dengan anutan bola yang terus-menerus, lawan niscaya keteteran. Memang masih teramat jauh menyamakan permainan Garuda Muda melawan Myanmar kemarin laksana tiki-taka-nya Barcelona. Tapi setidaknya, dengan bermain gembira, Garuda Muda sanggup lebih leluasa.
Dan, satu hal lain yang penting diingat: Malaysia kerap mempermalukan Indonesia. Hubungan kita dengan serumpun yang satu ini menyerupai hubungan suami istri yang kadang pasang kadang surut. Kau niscaya tahu, betapa sering saudaramu yang mengais rezeki di Malaysia menerima hina dan cerca. Kinilah saatnya kau, Garuda Muda, membangkitkan harga diri bangsa. Pun, termasuk para tenaga kerja Indonesia di negeri tetangga. Bila kamu hempaskan Harimau Muda, saudara-saudaramu di Malaysia tentu sanggup busung dada.
Salam sepakbola nasional!

0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.