Arsenal menutup tahun 2013 dengan catatan apik, anak didik Arsene Wenger berhasil merebut puncak klasemen Liga Premier Inggris, usai mengalahkan tuan rumah Newcastle United dengan skor 0:1. Perjalanan memperebutkan gelar Liga Premier tahun ini masih jauh, persaingan papan atas sangat ketat sedikit saja lengah maka berkemas-kemas lah The Gunners harus terlempar dari puncak mirip yang dialami Liverpool. Peluang juara ekspresi dominan ini sangat terbuka, dan Arsenal mempunyai modal yang cukup untuk meraihnya.
Sudah terlalu usang meriam London puasa gelar, terakhir trofi yang mampir ke Emirates ialah FA Cup pada 2005 sesudah itu tak ada lagi. Melihat modal yang dimiliki Arsenal tak hiperbola kalau ekspresi dominan ini The Gunners bisa membatalkan puasa gelarnya.
Ada tiga modal penting yang dimiliki Arsenal dalam mengarungi kompetisi ekspresi dominan ini. Pertama, Arsenal dibidani manajer paling usang berkarir di Liga Inggris, Arsene Wenger. Manajer kelahiran Strasbourgh, Prancis ini melatih Arsenal semenjak tahun 1996. Sebagai manajer terlama harusnya tahun ini miliknya, mengingat dari sisi pengalaman ia sudah meraih beberapa gelar bersama Arsenal, Liga Inggris (1998, 2002, 2004), FA Cup (1998, 2002, 2003,2005) dan final Liga Champion pada 2006.
Peluang semakin terbuka, sesudah pesaing utamanya Alex Ferguson tetapkan untuk pensiun dari MU. Tapi menyerupai pepatah ‘hilang satu tumbuh seribu’, Ferguson pergi tiba lah penantang-penantang tangguh lain yang ingin mencicipi panasnya perasingan liga tanah Ratu Elizabeth. Roman Abramovich kembali mendatangkan Jose Mourinho ke Chelsea sesudah petualangannya yang sukses di Itali dan Spanyol. Di Inggris Mou bukanlah muka baru, ia instruktur yang disegani sesudah sukses menawarkan trofi pada klub yang disinggahinya.
Dengan kekuatan finansialnya, Manchester City mendatangkan Manuel Pellegrini ex instruktur Real Madrid dan Malaga yang syarat pengalaman dan prestasi. Selain itu ada manajer Everton, Roberto Martinez pemain drama dibalik Wigan Athletic merengkuh piala FA, di tepian sungai Mersey lain ada Brendan Rodgers, manajer Liverpool, dan pengganti Ferguson di MU, David Moyes. Masih banyak lagi manajer lain yang siap memberi kejutan. Mereka ialah para penantang yang siap menjegal Arsene Wenger kapan saja di ekspresi dominan ini.
Modal kedua yang dimiliki Arsenal ialah kekuatan finansial klub. Memang Arsenal tidak mempunyai majikan macam Roman Abramovich, dan Syeikh Mansour bin Zayed Al Nahyan yang siap menggelontorkan uangnya kapan saja mereka mau. Manajemen Arsenal berhasil mengelola aset klub, berkat administrasi keuangan yang baik dengan mengelelola belanja pemain yang dibilang ngirit, merchandise, hak siar, dan lainnya kondisi keuangan Arsenal tetap sehat.
Stan Kroenke, pemilik saham mayoritas, menegaskan ia telah berinvestasi di Arsenal untuk memenangkan gelar. “Kita semua di sini mulai dari, fans, pemain, atau Wenger belum bahagia hingga kami telah memenangkan kejuaraan dan piala, ” katanya.
Sementara Alisher Usmanov, pemegang saham terbesar kedua Arsenal, meningkatkan kepemilikannya hingga 30 persen. Kroenke kini mempunyai sekitar dua pertiga dari saham dan tidak mempunyai kepentingan menjual.
Wenger menyampaikan Arsenal menatap ekspresi dominan ini sesudah melalui masa transisi ketika mereka pindah dari Highbury ke Emirates. Namun kini Arsenal berada dalam posisi keuangan yang baik dan siap menjalankan semua strategi, tak menutup kemungkinan kembali mendatangkan pemain kelas dunia, sesudah berhasil merumputkan Ozil di Emirates Stadium. “Musim ini contohnya kita telah membeli Ozil. Anda tidak perlu scouting untuk membeli Ozil , yang dibutuhkan hanyalah uang” .
Modal ketiga ialah squad yang tak berubah dari ekspresi dominan lalu. Setelah ditinggal beberapa bintangnya yang membelot ke klub tetangga atau hijrah kampung halamannya, tahap demi setahap Arsene Wenger kembali membangun kerangka tim. Ia mendatangkan pemain-pemain label bintang dengan harga hemat namun mempunyai prospek cerah, Santi Cazorla, Mertescaker, Giroud, dan Monreal. Sementara pemain usang dipagari dengan kontrak gres mirip Theo Wallcot.
Dalam perjalanannya mereka mulai menerangkan kualitasnya sebagai pemain bintang. Kini Arsene wenger tinggal mencari pemain kelas dunia untuk melengkapi tim. Setelah mendapat restu pemilik saham ia pun mendatangkan mantan pemain Real Madrid, Mesut Ozil untuk melengkapi squadnya.
Terbukti, dampak Mesut Ozil sangat terasa di tim. Penampilannya di banyak sekali sabung gelandang asal Jerman itu menerangkan kalau dirinya ialah raja asis. Gol-gol yang lahir dari kaki Giroud, Ramsey, Wallcot lahir dari umpan-umpannya yang sangat terukur dan memanjakan. Ozil seakan melengkapi puzzle yang hilang dari Arsenal, kedatangannya menyempurnakan puzzle itu dalam tim.
Meski demikian, Arsenal masih mempunyai banyak kelemahan. Perjumpaan Arsenal dengan klub-klub besar masih belum meyakinkan. Saat bertandang ke Old Traford, Arsenal mengalah di tangan MU dengan skor 1:0. Kemudian masih di kota yang sama, Manchester City menggasak Arsenal dengan skor mengejukat 6:3. Begitu pula ketika menjamu Chelsea, Arsenal harus bermain 0:0 sekaligus memperpanjang rekor Arsene Wenger yang tak pernah menang ketika berjumpa Jose Mourinho.
Kemudian, masih di sangkar sendiri Everton berulah dengan memaksa Arsenal bermain draw 1:1. Di Eropa Arsenal walau berhasil keluar dari grup neraka dan melaju di fase knock out, di pertandingan terakhir harus menelan kekakalahan 2:0 dari Napoli.
Banyak PR yang harus segera diselesaikan Arsene Wenger, kalau ingin mendapat gelar ekspresi dominan ini. Memperbaiki catatan ketika bertemu tim besar baik di domestik maupun di Eropa dan mendatangkan pemain kelas dunia, rasanya sanggup dijadikan salah satu solusi menyempurnakan squad yang sudah ada. Semoga di tahun 2014, Arsenal sanggup berjaya kembali di Liga Inggris.


0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.