Pemegang Hak Siar ISL 2015
Indonesia - Indonesia super league memang menjadi primadona dunia sepak bola Indonesia. Seluruh pecinta sepak bola Indonesia sudah tidak sabar dengan uforia lapangan hijau.
Indonesia - Indonesia super league memang menjadi primadona dunia sepak bola Indonesia. Seluruh pecinta sepak bola Indonesia sudah tidak sabar dengan uforia lapangan hijau.
ISL gres akan mulai pada Februari 2015, namun persaingan perebutan hak siar sudah gencar dilakukan.
Pihak MNC Group melalui perwakilannya, Dini Putri, mengaku tertarik untuk memperpanjang kontrak hak siar ISL. Menurut beliau, tayangan ISL mempunyai potensi untuk menaikkan rating dan share televisi, setidaknya untuk adu Persib Bandung dan Arema Indonesia.
Sementara perwakilan dari Transmedia, Andi Chairil, mengaku akan ikut terjun dalam bidding hak siar ISL trend depan. Pria yang menjabat sebagai Direktur Programming dan Produksi Trans7 serta Direktur Penyiaran Olahraga Transmedia juga mengakui bahwa tayangan ISL mempunyai potensi bersaing yang tidak kalah sengitnya dari siaran eksklusif Liga Inggris.
Andi juga menambahkan, pihaknya masih sedang dalam proses perundingan dengan pihak BV Sport untuk mencapai sebuah kesepakatan.
Namun, telah final ini telah diputuskan bahwa pemegang hak siar TV berbayar ISL ialah milik Beritasatu Media Holdings.
Keputusan ini didapat sesudah adanya penandatanganan nota kesepahaman (Mou) antara Beritasatu Media Holdings dengan BV Sports selaku media Rights Licencee.
Operator TV berlangganan Firstmedia dan Big TV akan menyiarkan secara eksklusif (live) seluruh pertandingan ISL 2015 secara exclusive melalui susukan Beritasatu Sports. Bisa dipastikan, siaran eksklusif ISL 2015 tidak sanggup disaksikan melalui antena UHF menyerupai trend sebelumnya.
Pihak BV Sports pun menegaskan bahwa siapa pun yang memegang hak siar untuk ISL 2015, wajib untuk melaksanakan pengacakan siaran satelit demi ketertiban bersama. Sebab, pihak BV Sports telah berafiliasi dengan Infront Sports & Media untuk pendistribusian siaran eksklusif ISL ke mancanegara.
Ini berarti pecinta sepakbola nasional tidak sanggup menyaksikan siaran eksklusif (live) melalui antena UHF dan hanya sanggup menyaksikan lewat TV berbayar.
ceritasepakbola, kompasiana .com

0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.