Sepak-bola-id.blogspot.com - Perhelatan sepak bola dunia setiap 4 tahun sekali dipastikan akan menerima perhatian ekstra luar biasa dari para pencinta sepak bola. Itu berarti, lebih dari separuh penduduk dunia menanti perhelatan akbar itu. Bila tidak, lesensi pencinta sepak bola sanggup dicabut dari mereka.
Bagi mereka yang benar-benar suka pada permainan absurd ini, pertandingan antar kampung (tarkam) saja berebut untuk nonton. Malah, saking cintanya mereka pada sepak bola, bila ada pertandingan tarkam dan harus bayar tiket (tetapi bokek). Ada yang nekad masuk tanpa ada tiket dengan cara mengertak para penjaga pintu. Apalagi nonton piala dunia. Beberapa teman saya yang absurd bola, sudah ada yang kredit antena khusus persiapan nonton sepak bola.
Meskipun demikian, bagi saya pribadi piala dunia di Brasil terasa tidak seru begitu seru. Tidak menyerupai perhelatan piala dunia sebelumnya (kecuali di Argentina). Ada beberapa alasan saya kenapa piala dunia di Brasil bulan 6 tahun 2014 ini tidak begitu seru.
Pertama, perkara waktu. Perbedaan waktu yang sangat mencolok antara Brasil dan Amerika Latin lainnya dengan Waktu Indonesia sekitar 12 Jam sangat menghipnotis kenyaman menyaksikan pertandingan di Indonesia dan beberapa negara di benua asia. Bila di Brasil pukul 7 pagi, maka di Indonesia niscaya sekitar (kurang lebih) pukul 19 malam. Mending kalau pertandingan pertama di mulai jam 16.00 waktu Brasil. Kita akan menyaksikan jam 4 pagi WIB. Bila jam segini tidak begitu bermasalah, sebab nonton bola jam 4 pagi sudah biasa bagi pencinta sepak bola tanah air. Tetapi bila dimulai Jam 19 waktu Brasil, maka di Indonesai jam 7 pagi. Bagi yang sudah bekerja menjadi perkara tersendiri. Karena harus menentukan potong pinjaman dan resiko lainnya termasuk pemecatan di kantor atau milih nonton bola dunia. Ini benar-benar problematik para pekerja di Indonesia. Apalagi yang sudah berkeluarga, jam segitu sebagian harus antar anak sekolah. Kecuali mereka yang sudah level tinggi punya sopir pribadi. Belum lagi mereka yang pelajar dan sekolah tidak libur. Sudah barang tentu tidak sanggup nonton siaran langsung, harus menunggu siaran tunda. Perlu dicatat, siaran tunda tidak seseru nonton siaran eksklusif alias sudah basi.
Selain alasan pekerjaan atau kantoran, perkara waktu atau timing juga menghipnotis seru tidak seru nonton bola. Meskipun tidak acara apa-apa, mana seru nonton bola jam 7 pagi (di pagi hari). Nonton bola yang seru itu jam 16.00 WIB dan malam hari. Tapi kalau nonton di layar TV (apalagi nonton bareng) paling seru pada malam hari. Pagi hari niscaya ada yang hilang bila di pagi hari. (Secara pribadi saya sudah merasa ketidakseruan itu kala piala dunia di Argentina yang waktunya hampir sama dengan di Brasil.
Kedua, bagi kaum muslim, pada ketika piala dunia 2014 ini mempunyai jadwal penting secara ritual yaitu menjalankan ibadah puasa. Biasanya, muslim pada malam hari di bulan rahmat mempunyai acara ibadah malam yang selalu dijalankan. Misalnya, melakukan sholat sunat, tadarusan di musalla-musalla atau mesjid dan sebagainya. Bagi mereka yang absurd bola dan juga suka beribadah, hal ini menjadi problem tersendiri. Pasti ada gejolak batin. Mau begadang beribadah hingga pagi atau tidak untuk menjaga supaya tidak ngantuk pagi hari nonton bola. Ini juga menjadi faktor kenapa bola dunia kali ini menjadi tidak seru.
Ketiga, hak siar dimiliki oleh dua stasiun TV yaitu TV One dan ANTV. Harus diketahui, tidak semua tempat mempunyai transmisi untuk kedua stasiun TV itu. Sebagai contoh, di Aceh, ANTV tidak sanggup dinikmati dengan antena biasa harus dengan antena parabola atau berlangganan. Itupun menjadi problem sebab akan diblur alias diacak. Apalagi harus berbayar, tentu ini menjadi perkara tersendiri. Begitu pula dengan TV One, dengan antena biasa kualitas gambar umumnya jelek. Kecuali, dalam beberapa bulan ini mereka akan memasang transmisi di daerah-daerah. Atau dengan cara lain, yang mungkin sanggup dilakukan. Mudah-mudahan ICAL mendengar ini, apalagi menjelang PILPRES (hehehe ngelantur).
Keempat, hampir sanggup dipastikan, piala dunia di Brasil kali ini akan terganggu dengan informasi yang tidak mengenakkan. Seperti pengalaman piala antar klub di Brasil beberapa waktu yang lalu. Selain sepakbola juga di sana terjadi kerusuhan. Mungkin saja, para demonstran Brasil akan memblokade tempat bertanding atau hotel-hotel tempat pemain menginap. Bisa jadi jadwal pertandingan yang telah disusun setengah mati itu akan berubah. Bila demikian FIFA akan membatalkan seluruh pertandingan. Tapi, ini niscaya sudah diantisipasi jauh-jauh hari oleh pemerintah Brasil sendiri. Tetapi kemungkinan-kemungkinan itu niscaya mungkin saja terjadi. Sehingga menciptakan piala ini tidak seru.
Kelima, gangguan laten yang harus diwaspadai. Mungkin di tempat lain tidak akan terjadi. Tetapi khusus Aceh dan Medan ancaman laten itu sudah sedikit terasa. Saat ini, di Aceh dan Medan tanpa ada pemberitahuan apa-apa tiba-tiba listrik padam. Selama bulan Pebruari 2014 dan mungkin akan berlanjut intensitas pemadam listrik oleh PLN sangat tinggi. Durasinya pun hingga 4-6 jam. Sungguh ini ancaman laten yang perlu dikhawatirkan. Bisa saja beli ginset untuk menantispasi ancaman laten tersebut, tetapi tidak semua sanggup dan itu akan mengeluarkan biaya lagi.
Hal-hal lain termasuk yang berkaitan dengan musibah bukan sebuah problematik sebab itu yaitu musibah di luar jangkauan kita.
Penulis: Djamaluddin Husita
Sumber: http://olahraga.kompasiana.com
Sekian update informasi kali ini mengenai Alasan Piala Dunia 2014 di Brasil Bakal Tidak Menarik untuk Ditonton. Semoga bermanfaat. Salam Sepakbola!

0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.